Workshop Pembuatan Kunir Asem Bersama Tamu dari Palestina: Bertukar Cerita, Meracik Manfaat

23 November 2025, 16:23 WIB

Gambar Berita
Pada akhir pekan kemarin, workshop kami terasa lebih hangat dan penuh cerita. Kami berkolaborasi dengan Remen Jawi mengadakan workshop pembuatan kunir asem, minuman tradisional Indonesia yang dikenal karena rasa segarnya dan manfaatnya untuk meningkatkan stamina serta meredakan nyeri haid. Namun, ada satu hal yang membuat workshop kali ini terasa spesial, kehadiran salah satu tamu dari Palestina yang ikut belajar dan berbagi pengalaman tentang tradisi rempah di negaranya.

Mengenal Kunir Asem Lewat Proses Meracik
Workshop dimulai dengan pengenalan bahan-bahan utama: kunyit segar, asam jawa, gula aren, dan rempah-rempah pendukung lainnya. Merekak mencoba saling mengupas kunyit, menumbuk kunyit, hingga merebus rempah dengan teknik yang benar agar warna dan aromanya maksimal.
Suasana menjadi semakin seru ketika kami mulai membahas manfaat kunir asem—khususnya sebagai minuman yang dipercaya dapat meredakan nyeri haid. Di sinilah percakapan menarik dengan tamu Palestina kami terjadi.

Cerita dari Palestina: Kayu Manis untuk Redakan Nyeri
Saat kami menjelaskan manfaat kunir asem, tamu kami itu tersenyum dan berkata bahwa di Palestina mereka juga memiliki minuman kunyit, meskipun cara penyajiannya berbeda. Namun yang membuat kami terkejut adalah pernyataannya berikut:
“Kalau di Palestina, untuk meredakan nyeri, terutama nyeri haid, kami biasanya menggunakan kayu manis.”
Percakapan pun mengalir hangat. Kami saling bertukar cerita tentang tradisi herbal yang telah turun-temurun diwariskan di dua budaya yang berjarak ribuan kilometer.
Ternyata, meski berbeda, Indonesia dan Palestina sama-sama kaya akan rempah dan memanfaatkannya untuk kesehatan sehari-hari.

Meracik Rasa, Menyatukan Budaya
Workshop ini tidak hanya mengajarkan cara membuat minuman herbal, tetapi juga menjadi ruang kecil untuk mempertemukan dua tradisi besar. Saat bathok berisi kunir asem yang hangat disajikan, kami menyadari satu hal: rempah adalah bahasa universal.
Dari kunyit Indonesia hingga kayu manis Palestina, setiap negara punya cara sendiri merawat tubuh dan membangun kedekatan melalui minuman tradisional.

Penutup
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga—bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi kami sebagai penyelenggara. Kami belajar bahwa rempah tidak hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga menghubungkan manusia lintas budaya.
Kami berharap dapat terus menghadirkan workshop inspiratif lain yang membuka ruang dialog, pembelajaran, dan tentunya rasa.

← Kembali ke Daftar Berita